Aplikasi Metode Sosiodrama untuk Membantu Siswa dalam
Menumbuhkan Sikap Tanggung Jawab
Lailatul Musfiroh
UIN SUNAN AMPEL SURABAYA
Progam Studi PGMI A 2012
NIM: D57212078
ABSTRAK
Kata Kunci :
Metode Sosiodrama dan Sikap Kerja Sama
BAB I
PENDAHULUAN
Manusia sebagai makhluk sosial pasti tidak akan bisa hidup sendiri.
Dalam situasi tertentu seseorang pasti membutuhkan bantuan orang lain, tetapi
tidak semua orang bisa bekerja sama dengan baik. kadang-kadang individu
menghadapi kesulitan atau masalah dalam hubungannya dengan individu lain atau
dengan lingkungan sosialnya. Masalah itu dapat timbul karena kekurang mampuan
individu untuk berhubungan dengan lingkungan sosialnya, atau lingkungan sosial
itu sendiri yang kurang sesuai dengan keadaan dirinya.Misalnya kesulitan dalam
persahabatan, mencari teman, merasa terasing dalam pekerjaan-pekerjaan
kelompok, memperoleh penyesuaian dalam kegiatan-kegiatan kelompok, dalam
menghadapi situasi yang baru, dan sebagainya.
Dalam dunia pendidikan sikap tanggung jawab bagi seorang siswa
sangat diperlukan, karena sikap tanggung jawab dapat melatih siswa untuk
menjaga apa yang sudah menjadi hak siswa tersebut. Timbulnya sikap tanggung
jawab itu karena manusia itu hidup bermasyarakat dan hidup dalam lingkungan
alam.Tanggung jawab itu bersifat kodrati. Apabila tidak mau bertanggungjawab,
maka akan ada pihak lain yang memaksa tanggung jawab itu. Dengan demikian
tanggung jawab dapat dilihat dari dua sisi, yaitu dari sisi pihak yang berbuat
dan dari sisi kepentingan pihak lain, tetapi dalam kenyataannya banyak para
siswa yang kurang mempunyai tanggung jawab, mereka cenderung tidak
memperdulikan apa yang seharusnya mereka kerjakan. Padahal jika dikaji lebih
dalam sikap tanggung jawab seharusnya dibiasakan sejak kecil, karena jika tidak
maka pasti akan berdampak bagi siswa di masa depan ketika mereka dihadapkan
dengan permasalahan-permasalahan yang mengharuskan untuk menggunakan sikap
tersebut.
Melihat permasalahan-permasalahan di atas maka sangat penting untuk
membahas lebih dalam permasalahan tersebut untuk ditemukan solusinya agar
permasalahan tersebut tidak membudaya di masa depan.
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian Sosiodrama
Sosiodrama terdiri dari
dua suku kata “Sosio” yang artinya masyarakat, dan “drama” yang
artinya keadaan seseorang atau peristiwa yang dialami seseorang, sifat dan
tingkah laku, hubungan seseorang dengan orang lain dan sebagainya. Metode
sosiodrama adalah suatu metode mengajar dimana guru memberikan kesempatan
kepada murid untuk melakukan kegiatan memainkan peran tertentu seperti terdapat
dalam kehidupan masyarakat (sosial).
Djumhur dan
Moh.Surya (1975) menyatakan sosiodrama adalah suatu teknik di dalam memecahkan
masalah-masalah sosial dengan melalui kegiatan bermain peran. Di dalam
sosiodrama ini individu akan memerankan suatu peranan tertentu dari situasi
masalah sosial.
Individu secara tidak langsung akan menghayati secara langsung
peran ataupun masalah yang sedang dihadapinya. Dari pementasan tersebut
kemudian diadakan diskusi mengenai cara-cara pemecahan masalahnya.
Sedangkan menurut
Romlan (2006) sosiodrama adalah permainan peran yang ditujukan untuk memecahkan
masalah sosial yang timbul antar hubungan manusia.
Dari pengertian di atas
dapat disimpulkan bahwa sosiodrama adalah teknik bermain peran yang dilakukan
siswa untuk memecahkan masalah yang ada secara bersama-sama.
Tujuan penggunaan
teknik sosiodrama (Nursalim:2002) adalah: (1) Menggambarkan seseorang atau
beberapa orang menghadapi situasi sosial, (2) Menggambarkan bagaimana cara
memecahkan masalah sosial, (3) Mengembangkan sikap kritis terhadap tingkah laku
yang harus atau jangan dilakukan dalam situasi sosial tertentu, (4) Memberikan
kesempatan untuk meninjau situasi sosial dari berbagai sudut pandang.
B.
Langkah-langkah Metode Sosiodrama
Menurut Wina Sanjaya
(2007)ada beberapa tahapan yang harus diperhatikan dalam melaksanaan
sosiodrama, antara lain:
1. Menentukan Masalah.
Partisipasi kelompok dalam memilih dan
menentukan masalah sangat diperlukan.Masalah harus signifikan dan cukup dikenal
oleh pemain maupun pengamat serta harus valid, jelas dan sederhana sehingga
peserta dapat mendiskusikan secara rasional.
2. Membentuk Situasi.
Situasi harus memberikan sesuatu yang nyata kepada pemain dan
kelompok, dan dapat saat yang sama memberikan pandangan umum dan pengetahuan
yang diinginkan.
3. Membentuk Karakter.
Keberhasilan proses permainan peran sering ditentukan oleh peran
dan pemain yang layak dipilih. Peran yang akan dimainkan harus dipilih secara
hati-hati. Biasanya, permainan peran melibatkan peran yang sedikit.Pemain yang
terbaik harus dipilih untuk setiap peran.Peran-peran harus diberikan kepada mereka
yang mampu membawakannya dengan baik dan mau melakukannya.Orang tidak
seharusnya dipaksa memainkan suatu peran, tidak pula harus diminta untuk
memainkan peran yang mungkin membuat bingung setelah penyajian.
4. Mengarahkan Pemain.
Pengarahan diperlukan untuk memberitahukan tanggungjawab mereka
sebagai pemain. Pengarahan mungkin dilakukan secara resmi atau tidak resmi,
tergantung situasi dan pengarahan tidak harus menentukan apa yang harus
dikatakan atau dilakukan.
5. Memahami Peran.
Biasanya suatu hal yang baik bagi pengamat untuk tidak mengetahui
peran apa yang sedang dimainkan. Permainan harus diatur waktunya secara
hati-hati dan spontan. Penting untuk diketahui, apabila ada beberapa pemain,
hendaknya mereka mulai bermain pada saat yang sama dan berakhir pada saat yang
sama pula, yaitu ketika permainan dihentikan.
6. Menghentikan/memotong.
Efektifitas permainan peran mungkinsangat berkurang jika permainan
dihentikan terlalu cepat atau dibiarkanberlangsung terlalu lama.Pengaturan
waktu sangat penting.Permainanperan yang lama tidak efektif, jika sebenarnya
hanya diperlukan beberapamenit untuk memainkan peran yang diinginkan.Permainan
harus dihentikan sesegera mungkin setelah permainandianggap cukup bagi kelompok
untuk menganalisis situasi dan arah yangingin dimabil. Dalam beberapa kasus,
perminan dapat dihentikan apabilakelompok sudah dapat memperkirakan apa yang
akan terjadi jikapermainan tetap diteruskan, dan permainan harus dihentikan
jika pemainmengalami kebuntuan yang disebabkan penugasan atau pengarahan yangkurang
memadai.
7. Mendiskusikan dan menganalisis permainan.
Langkah terakhirini harus menjadi “pembersih”. Jika peranan
dimainkan dengan baik,pengertian pengamat terhadap masalah yang dibahas akan
semakin baik.Diskusi harus lebih difokuskan pada fakta dan prinsip yang
terkandungdaripada evaluasi pemain.Suatu ide yang baik, jika membiarkan
pemainmengekspresikan pandangan mereka terlebih dahulu.Ada saatnya bagipengamat
untuk menganalisis, yaitu setelah pemain mengekspresikan diri.Ketua mempunyai
tanggungjawab untuk menyimpulkan fakta yangtelah disajikan selama permainan
peran dan diskusi, dan merumuskankesimpulan untuk pemecahan masalah.
C.
Kelebihan dan Kekurangan Sosiodrama
Abu Ahmadi (2005)
mengungkapkan bahwa ada beberapa kelebihan dan kekurangan dalam metode
sosiodrama, diantaranya:
1. Kelebihan
a.
Melatih anak untuk mendramatisasikan sesuatu
serta melatih keberanian
b. Metode ini akan
menarik perhatian anak sehingga suasana kelas menjadi hidup
c. Anak-anak dapat menghayati suatu peristiwa
sehingga mudah mengambil kesimpulan berdasarkan penghayatan sendiri
d. Anak dilatih untuk menyusun pikirannya dengan
teratur.
e. Memperjelas situasi sosial yang dimaksud
f. Menambah
pengalaman tentang situasi sosial tertentu
g. Mendapat
pandangan mengenai suatu tindakan dalam sustu situasi sosial dari berbagai
sudut.
2. Kekurangan
Disamping
terdapat kebaikan-kebaikan, metode sosiodrama juga memiliki kelemahan-kelemahan
diantaranya:
a.
Metode ini memerlukan waktu cukup banyak
b. Memerlukan
persiapan yang teliti dan matang
c. Kadang-kadang
anak-anak tidak mau mendramatisasikan suatu adegan karena malu
d. Kita tidak
dapat mengambil kesimpulan apa-apa apabiala pelaksanaan dramatisasi itu gagal
e. Situasi sosial
yang didramatisasikan hanyalah tiruan
f. Situasi ini
dalam kelas berbeda dengan situasi yang sebenarnya dimasyarakat
D.
Pengertian Tanggung Jawab
Kamus umum
Bahasa Indonesia memberikan definisi tanggung jawab sebagai keadaan wajib
menanggung segala sesuatunya. Tanggung jawab adalah kesadaran manusia akan
tingkah laku atau perbuatannya yang disengaja maupun yang tidak disengaja.
Tanggung jawab juga berarti berbuat sebagai perwujudan kesadaran akan
kewajibannya.
Seseorang mau
bertanggungjawab karena ada kesadaran atau keinsafan atau pengertian atas
segala perbuatan dan akibatnya dan ataskepentingan pihak lain. Timbulnya
tanggung jawab itu karena manusia itu hidup bermasyarakat dan hidup dalam
lingkungan alam.Tanggung jawab itu bersifat kodrati. Apabila tidak mau bertanggungjawab,
maka akanada pihak lain yang memaksa tanggung jawab itu. Dengan demikian
tanggung jawab dapat dilihat dari dua sisi, yaitu dari sisi pihak yang berbuat
dan dari sisi kepentingan pihak lain.
Tanggung jawab
merupakan salah satu ciri manusia beradab (berbudaya). Manusia merasa
bertanggungjawab karena ia menyadari akibat baik atau buruk perbuatannya itu, dan
menyadari pula bahwa pihak lain memerlukan pengabdian atau pengorbanannya.
Untuk memperoleh atau meningkatkan kesadaran bertanggungjawab perlu ditempuh
usaha melalui pendidikan, penyuluhan, keteladanan, dan takwa terhadap Tuhan.
E.
Macam-macam Tanggung Jawab
Abd Aziz dkk
(2014) menyatakan bahwa Ada beberapa macam tanggung jawab, diantaranya:
1.
Tanggung
jawab terhadap diri sendiri, yaitu menuntuk kesadaran setiap orang untuk
memenuhi kewajibannya sendiri dalam mengembangkan kepribadian sebagai manusia
pribadi.
2.
Tanggung
jawab terhadap keluarga. Keluarga merupakan masyarakat kecil. Setiap anggota
keluarga wajib bertanggungjawab kepada keluarganya. Tanggung jawab ini
menyangkut nama baik keluarga, tetapi tanggung jawab juga merupakan
kesejahteraan, keselamatan, pendidikan dan kehidupan.
3.
Tanggung
jawab terhadap masyarakat. Pada hakekatnya manusia tidak bisa hidup tanpa
bantuan manusia lain, sesuai dengan kedudukannya sebagai mahluk sosial.
4.
Tanggung
jawab kepada bangsa/ Negara. Suatu kenyataan lagi, bahwa setiap manusia,
individu adalah warga Negara suatu Negara. Dalam berpikir, berbuat, bertindak,
bertingkah laku manusia terikat oleh norma-norma atau ukuran-ukuran yang dibuat
oleh Negara.
F.
Aplikasi Metode Sosiodrama dalam Menumbuhkan Sikap Tanggung Jawab
Dalam mengaplikasikan metode ini langkah pertama yaitu dengan cara
mengetahui sintak metode ini. Setelah para siswa diberi tugas masing-masing
untuk memerankan sebuah cerita atau drama yang terdiri dari beberapa karakter
penokohan.Maka seorang guru dan para siswa mengambil amanah atau pesan yang
dapat di ambil dari drama tersebut.dan di musyawarakan bersama.
BAB III
PENUTUP
A.
Simpulan
Sosiodrama adalah suatu
model bimbingan kelompok yang berfungsi untuk memecahkan suatu masalah dengan
cara bermain peran dan mendiskusikan bersama-sama tentang cara memecahkan
masalah. Dalam metode ini siswa akan lebih mudah untuk memahaminya, karena
siswa dihadapkan dengan situasi yang seakan-akan terjadi pada dirinya sendiri.Untuk
menumbuhkan rasa tanggung jawab siswa diajak bermain peran dengan karakter yang
berbeda-beda, sehingga mereka akan belajar sesuai dengan karakter
masing-masing. Dan secara tidak langsung akan menumbuhkan rasa tanggung jawab
siswa.
B.
Rekomendasi
DAFTAR PUSTAKA
Abd Aziz dkk. 2014. Ilmu Alamiyah Dasar Ilmu Sosial Dasar Ilmu
Budaya Dasar, Surabay: UIN Sunan Ampel Press.
Abu Ahmadi. 2005. Stategi Belajar Mengajar. Bandung: Pustaka
Setia.
Depertemen Pendidikan Nasional. 2008. Kamus Bahasa Indonesia.
Jakarta: Pusat bahasa.
Djumhur dan Moh Surya. 1975. Bimbingan dan Penyuluhan di Sekolah.
Bandung: C.V. ILMU.
Nursalim,
Mochammad dkk. 2002. Layanan Bimbingan dan Konseling. Surabaya:
Unesa University Press.
Romlah, Tatiek.
2006. Teori dan Praktek Bimbingan Kelompok. Malang: UMM Press.
Wina Sanjaya. 2007. Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar
Proses Pendidikan.Jakarta:Kencana Prenada Media Group.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar