Senin, 14 September 2015

Metode Sosio Drama



Aplikasi Metode Sosiodrama untuk Membantu Siswa dalam
Menumbuhkan Sikap Tanggung Jawab
Lailatul Musfiroh
UIN SUNAN AMPEL SURABAYA
Progam Studi PGMI A 2012
NIM: D57212078

ABSTRAK

           

Kata Kunci : Metode Sosiodrama dan Sikap Kerja Sama






BAB I
PENDAHULUAN
Manusia sebagai makhluk sosial pasti tidak akan bisa hidup sendiri. Dalam situasi tertentu seseorang pasti membutuhkan bantuan orang lain, tetapi tidak semua orang bisa bekerja sama dengan baik. kadang-kadang individu menghadapi kesulitan atau masalah dalam hubungannya dengan individu lain atau dengan lingkungan sosialnya. Masalah itu dapat timbul karena kekurang mampuan individu untuk berhubungan dengan lingkungan sosialnya, atau lingkungan sosial itu sendiri yang kurang sesuai dengan keadaan dirinya.Misalnya kesulitan dalam persahabatan, mencari teman, merasa terasing dalam pekerjaan-pekerjaan kelompok, memperoleh penyesuaian dalam kegiatan-kegiatan kelompok, dalam menghadapi situasi yang baru, dan sebagainya.
Dalam dunia pendidikan sikap tanggung jawab bagi seorang siswa sangat diperlukan, karena sikap tanggung jawab dapat melatih siswa untuk menjaga apa yang sudah menjadi hak siswa tersebut. Timbulnya sikap tanggung jawab itu karena manusia itu hidup bermasyarakat dan hidup dalam lingkungan alam.Tanggung jawab itu bersifat kodrati. Apabila tidak mau bertanggungjawab, maka akan ada pihak lain yang memaksa tanggung jawab itu. Dengan demikian tanggung jawab dapat dilihat dari dua sisi, yaitu dari sisi pihak yang berbuat dan dari sisi kepentingan pihak lain, tetapi dalam kenyataannya banyak para siswa yang kurang mempunyai tanggung jawab, mereka cenderung tidak memperdulikan apa yang seharusnya mereka kerjakan. Padahal jika dikaji lebih dalam sikap tanggung jawab seharusnya dibiasakan sejak kecil, karena jika tidak maka pasti akan berdampak bagi siswa di masa depan ketika mereka dihadapkan dengan permasalahan-permasalahan yang mengharuskan untuk menggunakan sikap tersebut.
Melihat permasalahan-permasalahan di atas maka sangat penting untuk membahas lebih dalam permasalahan tersebut untuk ditemukan solusinya agar permasalahan tersebut tidak membudaya di masa depan.





BAB II
PEMBAHASAN
A.    Pengertian Sosiodrama
       Sosiodrama terdiri dari dua suku kata “Sosio” yang artinya masyarakat, dan “drama” yang artinya keadaan seseorang atau peristiwa yang dialami seseorang, sifat dan tingkah laku, hubungan seseorang dengan orang lain dan sebagainya. Metode sosiodrama adalah suatu metode mengajar dimana guru memberikan kesempatan kepada murid untuk melakukan kegiatan memainkan peran tertentu seperti terdapat dalam kehidupan masyarakat (sosial).
            Djumhur dan Moh.Surya (1975) menyatakan sosiodrama adalah suatu teknik di dalam memecahkan masalah-masalah sosial dengan melalui kegiatan bermain peran. Di dalam sosiodrama ini individu akan memerankan suatu peranan tertentu dari situasi masalah sosial.
Individu secara tidak langsung akan menghayati secara langsung peran ataupun masalah yang sedang dihadapinya. Dari pementasan tersebut kemudian diadakan diskusi mengenai cara-cara pemecahan masalahnya.
       Sedangkan menurut Romlan (2006) sosiodrama adalah permainan peran yang ditujukan untuk memecahkan masalah sosial yang timbul antar hubungan manusia.
       Dari pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa sosiodrama adalah teknik bermain peran yang dilakukan siswa untuk memecahkan masalah yang ada secara bersama-sama.
       Tujuan penggunaan teknik sosiodrama (Nursalim:2002) adalah: (1) Menggambarkan seseorang atau beberapa orang menghadapi situasi sosial, (2) Menggambarkan bagaimana cara memecahkan masalah sosial, (3) Mengembangkan sikap kritis terhadap tingkah laku yang harus atau jangan dilakukan dalam situasi sosial tertentu, (4) Memberikan kesempatan untuk meninjau situasi sosial dari berbagai sudut pandang.

B.     Langkah-langkah Metode Sosiodrama
       Menurut Wina Sanjaya (2007)ada beberapa tahapan yang harus diperhatikan dalam melaksanaan sosiodrama, antara lain:
1.      Menentukan Masalah.
      Partisipasi kelompok dalam memilih dan menentukan masalah sangat diperlukan.Masalah harus signifikan dan cukup dikenal oleh pemain maupun pengamat serta harus valid, jelas dan sederhana sehingga peserta dapat mendiskusikan secara rasional.
2.      Membentuk Situasi.
Situasi harus memberikan sesuatu yang nyata kepada pemain dan kelompok, dan dapat saat yang sama memberikan pandangan umum dan pengetahuan yang diinginkan.
3.      Membentuk Karakter.
Keberhasilan proses permainan peran sering ditentukan oleh peran dan pemain yang layak dipilih. Peran yang akan dimainkan harus dipilih secara hati-hati. Biasanya, permainan peran melibatkan peran yang sedikit.Pemain yang terbaik harus dipilih untuk setiap peran.Peran-peran harus diberikan kepada mereka yang mampu membawakannya dengan baik dan mau melakukannya.Orang tidak seharusnya dipaksa memainkan suatu peran, tidak pula harus diminta untuk memainkan peran yang mungkin membuat bingung setelah penyajian.
4.      Mengarahkan Pemain.
Pengarahan diperlukan untuk memberitahukan tanggungjawab mereka sebagai pemain. Pengarahan mungkin dilakukan secara resmi atau tidak resmi, tergantung situasi dan pengarahan tidak harus menentukan apa yang harus dikatakan atau dilakukan.
5.      Memahami Peran.
Biasanya suatu hal yang baik bagi pengamat untuk tidak mengetahui peran apa yang sedang dimainkan. Permainan harus diatur waktunya secara hati-hati dan spontan. Penting untuk diketahui, apabila ada beberapa pemain, hendaknya mereka mulai bermain pada saat yang sama dan berakhir pada saat yang sama pula, yaitu ketika permainan dihentikan.
6.      Menghentikan/memotong.
Efektifitas permainan peran mungkinsangat berkurang jika permainan dihentikan terlalu cepat atau dibiarkanberlangsung terlalu lama.Pengaturan waktu sangat penting.Permainanperan yang lama tidak efektif, jika sebenarnya hanya diperlukan beberapamenit untuk memainkan peran yang diinginkan.Permainan harus dihentikan sesegera mungkin setelah permainandianggap cukup bagi kelompok untuk menganalisis situasi dan arah yangingin dimabil. Dalam beberapa kasus, perminan dapat dihentikan apabilakelompok sudah dapat memperkirakan apa yang akan terjadi jikapermainan tetap diteruskan, dan permainan harus dihentikan jika pemainmengalami kebuntuan yang disebabkan penugasan atau pengarahan yangkurang memadai.
7.      Mendiskusikan dan menganalisis permainan.
Langkah terakhirini harus menjadi “pembersih”. Jika peranan dimainkan dengan baik,pengertian pengamat terhadap masalah yang dibahas akan semakin baik.Diskusi harus lebih difokuskan pada fakta dan prinsip yang terkandungdaripada evaluasi pemain.Suatu ide yang baik, jika membiarkan pemainmengekspresikan pandangan mereka terlebih dahulu.Ada saatnya bagipengamat untuk menganalisis, yaitu setelah pemain mengekspresikan diri.Ketua mempunyai tanggungjawab untuk menyimpulkan fakta yangtelah disajikan selama permainan peran dan diskusi, dan merumuskankesimpulan untuk pemecahan masalah.

C.    Kelebihan dan Kekurangan Sosiodrama
Abu Ahmadi (2005) mengungkapkan bahwa ada beberapa kelebihan dan kekurangan dalam metode sosiodrama, diantaranya:
1.      Kelebihan
a.       Melatih anak untuk mendramatisasikan sesuatu serta melatih keberanian
b.      Metode ini akan menarik perhatian anak sehingga suasana kelas menjadi hidup
c.        Anak-anak dapat menghayati suatu peristiwa sehingga mudah mengambil kesimpulan berdasarkan penghayatan sendiri
d.       Anak dilatih untuk menyusun pikirannya dengan teratur.
e.        Memperjelas situasi sosial yang dimaksud
f.       Menambah pengalaman tentang situasi sosial tertentu
g.      Mendapat pandangan mengenai suatu tindakan dalam sustu situasi sosial dari berbagai sudut.
2.      Kekurangan
Disamping terdapat kebaikan-kebaikan, metode sosiodrama juga memiliki kelemahan-kelemahan diantaranya:
a.    Metode ini memerlukan waktu cukup banyak
b.   Memerlukan persiapan yang teliti dan matang
c.    Kadang-kadang anak-anak tidak mau mendramatisasikan suatu adegan karena malu
d.   Kita tidak dapat mengambil kesimpulan apa-apa apabiala pelaksanaan dramatisasi itu gagal
e.    Situasi sosial yang didramatisasikan hanyalah tiruan
f.    Situasi ini dalam kelas berbeda dengan situasi yang sebenarnya dimasyarakat

D.    Pengertian Tanggung Jawab
Kamus umum Bahasa Indonesia memberikan definisi tanggung jawab sebagai keadaan wajib menanggung segala sesuatunya. Tanggung jawab adalah kesadaran manusia akan tingkah laku atau perbuatannya yang disengaja maupun yang tidak disengaja. Tanggung jawab juga berarti berbuat sebagai perwujudan kesadaran akan kewajibannya.
Seseorang mau bertanggungjawab karena ada kesadaran atau keinsafan atau pengertian atas segala perbuatan dan akibatnya dan ataskepentingan pihak lain. Timbulnya tanggung jawab itu karena manusia itu hidup bermasyarakat dan hidup dalam lingkungan alam.Tanggung jawab itu bersifat kodrati. Apabila tidak mau bertanggungjawab, maka akanada pihak lain yang memaksa tanggung jawab itu. Dengan demikian tanggung jawab dapat dilihat dari dua sisi, yaitu dari sisi pihak yang berbuat dan dari sisi kepentingan pihak lain.
Tanggung jawab merupakan salah satu ciri manusia beradab (berbudaya). Manusia merasa bertanggungjawab karena ia menyadari akibat baik atau buruk perbuatannya itu, dan menyadari pula bahwa pihak lain memerlukan pengabdian atau pengorbanannya. Untuk memperoleh atau meningkatkan kesadaran bertanggungjawab perlu ditempuh usaha melalui pendidikan, penyuluhan, keteladanan, dan takwa terhadap Tuhan.

E.     Macam-macam Tanggung Jawab
Abd Aziz dkk (2014) menyatakan bahwa Ada beberapa macam tanggung jawab, diantaranya:
1.      Tanggung jawab terhadap diri sendiri, yaitu menuntuk kesadaran setiap orang untuk memenuhi kewajibannya sendiri dalam mengembangkan kepribadian sebagai manusia pribadi.
2.      Tanggung jawab terhadap keluarga. Keluarga merupakan masyarakat kecil. Setiap anggota keluarga wajib bertanggungjawab kepada keluarganya. Tanggung jawab ini menyangkut nama baik keluarga, tetapi tanggung jawab juga merupakan kesejahteraan, keselamatan, pendidikan dan kehidupan.
3.      Tanggung jawab terhadap masyarakat. Pada hakekatnya manusia tidak bisa hidup tanpa bantuan manusia lain, sesuai dengan kedudukannya sebagai mahluk sosial.
4.      Tanggung jawab kepada bangsa/ Negara. Suatu kenyataan lagi, bahwa setiap manusia, individu adalah warga Negara suatu Negara. Dalam berpikir, berbuat, bertindak, bertingkah laku manusia terikat oleh norma-norma atau ukuran-ukuran yang dibuat oleh Negara.

F.     Aplikasi Metode Sosiodrama dalam Menumbuhkan Sikap Tanggung Jawab
Dalam mengaplikasikan metode ini langkah pertama yaitu dengan cara mengetahui sintak metode ini. Setelah para siswa diberi tugas masing-masing untuk memerankan sebuah cerita atau drama yang terdiri dari beberapa karakter penokohan.Maka seorang guru dan para siswa mengambil amanah atau pesan yang dapat di ambil dari drama tersebut.dan di musyawarakan bersama.



BAB III
PENUTUP
A.    Simpulan
       Sosiodrama adalah suatu model bimbingan kelompok yang berfungsi untuk memecahkan suatu masalah dengan cara bermain peran dan mendiskusikan bersama-sama tentang cara memecahkan masalah. Dalam metode ini siswa akan lebih mudah untuk memahaminya, karena siswa dihadapkan dengan situasi yang seakan-akan terjadi pada dirinya sendiri.Untuk menumbuhkan rasa tanggung jawab siswa diajak bermain peran dengan karakter yang berbeda-beda, sehingga mereka akan belajar sesuai dengan karakter masing-masing. Dan secara tidak langsung akan menumbuhkan rasa tanggung jawab siswa.

B.     Rekomendasi





DAFTAR PUSTAKA
Abd Aziz dkk. 2014. Ilmu Alamiyah Dasar Ilmu Sosial Dasar Ilmu Budaya Dasar, Surabay: UIN Sunan Ampel Press.

Abu Ahmadi. 2005. Stategi Belajar Mengajar. Bandung: Pustaka Setia.

Depertemen Pendidikan Nasional. 2008. Kamus Bahasa Indonesia. Jakarta: Pusat bahasa.
Djumhur dan Moh Surya. 1975. Bimbingan dan Penyuluhan di Sekolah. Bandung: C.V. ILMU.
Nursalim, Mochammad dkk. 2002. Layanan  Bimbingan dan Konseling. Surabaya: Unesa University Press.

Romlah, Tatiek. 2006. Teori dan Praktek  Bimbingan Kelompok. Malang: UMM Press.
Wina Sanjaya. 2007. Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan.Jakarta:Kencana Prenada Media Group.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar