Rabu, 05 Desember 2012

KEMBALIKAN HAK MEREKA


Sudah tidak asing lagi ditelinga kita, dan mungkin semua orang sudah merasa bosan jika mendengar ini semua. Peperangan antara bangsa Israil dan Palestina yang terjadi sejak kita masi kecil hingga kita duduk di bangku kuliah yang disebabkan karena perebutan wilayah kekuasaan. Coba bayangkan….! Bagaimana jika kita terlibat dalam masalah itu, mungkin kita semua akan pergi dari Negara kita dengan begiti saja untuk menyelamatkan diri kita masing-masing. Tapi sungguh luar biasa apa yang dilakukan bangsa Palestina untuk menghadapi bangsa Israil . kaum wanita yang kedudukannya sangat lemahpun ikut berpartisipasi demi membela tanah air, mereka rela berkorban. Mereka dengan beraninya melempari batu pada teng (kendaraan tentara Israel). Padahal jika dipikir secara logika, tindakan melempar batu pada teng-teng itu tidak akan berpengaruh sedikitpun bagi musuh dibandingkan dengan musuh yang akan menyakitinya bahkan membunuhnya.
Banyak sekali masyarakat yang menjadi korban akibat peperangan tersebut. Bahkan setiap hari diperkirakan ada beratus-ratus konban jiwa. Terutama dari kalangan anak kecil, karena anak kecil disana bukanlah anak kecil biasa melainkan mayoritas anak kecil disana adalah hafal Al-qur’an dan memahami isi yang terkandung didalamnya, dan anak-anak adalah merupakan generasi penerus bangsa, yang aslinya perlu dididik dengan benar. sehingga incaran bangsa Israil mayoritas tertuju pada anak-anak.
 Ini adalah tindakan-tindakan yang sangat tragis dan melanggar Hak Asasi Manusia. Tapi sayang kita tidak dapat berbuat apa-apa untuk menghentikan peperangan tersebut. Melainkan hanya dengan ikut membatu para korban dengan cara memberikan sumbangan yang berupa material, do’a, dan semangat-semangat untuk mereka.

Selasa, 04 Desember 2012

AKIBAT OTONOMI DAERAH


Untuk menentramkan semua rakyatnya, banyak sekali usaha yang dilakukun pemerintah, salah satu program pemerintah tersebut adalah “jamkesmas” atau jaminan kesehatan masyarakat yang mana program tersebut diperuntukkan kepada para rakyat Indonesia yang secara material mereka kurang mampu, dan dengan adanya program ini diharapkan semua rakyat Indonesia tidak akan terbebani lagi untuk membayar uang rumah sakit yang begitu mahal, dan pemerintah juga berharap agar semua masyarakat Indonesia dapat terjamin kesehatannya, karena dengan hidup sehat, maka mereka dapat beraktifitas dengan baik dan bisa membangun Negara ini menjadi lebih baik lagi.
            Program ini sangat dibutuhkan sekali oleh masyarakat, karena sebelum program ini diterapkan di Indonesia banyak sekali masyarakat Indonesia yang tidak mampu berobat ketika salah seorang dari keluarga mereka ada yang sakit dikarenakan biaya rumah sakit yang begitu mahal. Tetapi pada masa ini semua itu sudah tidak terjadi lagi, itulah bentuk usaha pemerintah yang terwujud dalam otonomi daerah.

Jumat, 23 November 2012

SUDAHKAH DEMOKRASI DITERAPKAN DI INDONESIA



          Banyak orang mengatakan bahwa Indonesia adalah Negara demokrasi, yaitu Negara yang sistem kekuasaannya dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat. Dan pertanyaannya adalah apakah sistam demokrasi tersebut sudah diterapkan di Indonesia dengan baik? Jika kita melihat pada masa lalu yaitu pada masa pemerintahan Soekarno maka Indonesia pada saat ini sudah menerapkan sistem demokrasi, buktinya adalah dengan adanya pemilu, demo, dll. Tapi yang menjadi permasalahan apakah semua itu sudah terlaksana dengan baik?
            Sering sekali kita menjumpai banyak masyarakat yang mengeluh gara-gara perbuatan pemerintah yang menyalah gunakan kekuasaannya yang telah diamanahkan rakyat kepada mereka semua, seperti menyalah gunakan dana yang seharusnya adalah hak rakyat, tetapi malah digunakan untuk kebutuhan pribadinya, dan masih banyak lagi contoh-contoh yang lain.
            Oleh sebab itu kita sebagai generasi penerus perjuangan bansa ini maka kita harus merubah itu semua. Jangan biarkan Negara ini hancur gara-gara suatu hal yang sangat sepeleh.

Kamis, 22 November 2012

DI BALIK JENDELA


            Ketika  itu suasana hari masih begitu gelap, udara yang begitu dingin seakan menusuk tulang. Aku menatap dibalik jendela kamarku, dan aku melihat sesosok  bayangan yang tak jelas arahnya, akupun memandangnya dengan lebih jelas lagi seakan aku terbuat penasaran olehnya. Seorang laki-laki tua dengan peralatan menanam padinya melangkahkan kakinya menuju ke ladang  tempat ia menanam padi, dengan tubuh yang agak rapuh dan sebagian warna rambut yang agak memutih Silaki-laki tua itu dengan tulus melangkahkan kakinya. Seketika itu tanpa kusadari aku meneteskan air mata. Sekilas aku terbayang dengan sosok ayahku.
Ayahku adalah seorang petani biasa, tiap hari beliau menghabiskan waktunya di sawah, apalagi jika hama menyerang pada tanaman padi, pasti ayahku disibukkan dengan kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan itu, tak peduli cuacu yang begitu panas atau dingin, tapi ayahku tetap konsisten dalam menjalani tugasnya, dan beliau juga tak lupa dengan keluarganya,meski dalam keadaan yang begitu capek tapi beliau masih tetap meluangkan waktunya kepada kita ketika kita belajar di malam hari. Beliau bagaikan pahlawan bagi kita semua, jasanya yang begitu besar tak dapat ditukar dengan sesuatu apapun.
            Dan akupun dikagetkan dengan suara ibuku yang berteriak memanggilku untuk mengajak sarapan bersama, akupun tersadar kakek itu sudah hilang, dan mataharipun sudah tersenyum menyapaku.

Sabtu, 03 November 2012

BINGUNG KONTRAK RUMAH SETELAH DIGUSUR


Sidoarjo,surya-sebanyak tiga keluarga yang rumahnya digusur demi proyek anti porong masih menempati salah satu rumahnya di Desa Kalisampurna, Tanggulangin, Sidoarjo. Mereka masih kebingungan untuk  mencari rumah kontrakan, karena uang yang diberikan oleh Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo sebanyak 5 juta itu serasa masih kurang. Parahnya lagi uang 5 juta tersebut juga dibuat untuk membayar pembongkaran rumah mereka. Padahal seharusnya Badan Pennggulangan Lumpur Sidoarjo bertanggung jawab seutuhnya, yaitu untuk mencarikan rumah kontrakan atau membuatkan rumah yang layak untuk ditempati, begitu juga proses pembongkaran yang dilakukan adalah merupakan tanggung  jawab Badan Penanggulangan Lumpur Lapindo, karena kejadian yang dilakukan oleh pihak Badan Penanggulangan Lumpur lapindo merupakan kejadian yang merugikan warga yang menjadi korban.