Kamis, 29 Oktober 2015

My Father



By: Laily El-Amien
My Story

Hari ini adalah kali pertama aku mengajar
Mereka menikmati permainan dg gembira
Tapi setelah 30 menit itu berlalu mereka sudah mulai bosan
Sebagian kecil diantara mereka lari ke luar kelas
Aku pun sudah merasa kurang nyaman dg suasana ini
Aku titipkan kelas ku kepada salah seorang guru
Dan aku putuskan untuk mencari muridku yg lari entah kemana
Di tengah perjalanan aku melihat laki-laki berusia sekitar 50-an
Memakai seragam batik dan bersepatu
tapi wajah beliau agak  pucat, sepertinya beliau sedang kurang enak badan
dan kamu tau itu siapa?
Dia adalah ayahku
Akupun berlali menghampirinya
Ku lihat senyum yang indaah di wajahnya
Ku cium tangannya dan kupeluk dirinya
Aku rindu kepadanya
Sudah bertahun-tahun aku tidak bertemu dengannya
Hingga aku tak bisa menahan air mata yg keluar dari kedua mataku.
Seperti air sungai yg begitu deras hingga menjebolkan bendungan yg dibuat oleh para petani untuk mengairi sawahnya
Tapi tiba-tiba dadaku mulai sesak dan aku sulit untuk bernafas
Akupun terbangun dari tidurku
Ternyata itu semua hanya mimpi
Tapi air mata ini tetap mengalir begitu derasnya
Hingga aku tak kuasa untuk menahannya.
                                                                                                                                               
Surabaya, 22 Oktober 2015



Tidak ada komentar:

Posting Komentar